Tuesday, October 15, 2013

Penikmat Harapan Palsu?

*back sound : Vierratale - Terlalu Lama*
Yap, sesuai dengan back sound, di post kali ini cuma pengen ngomongin tentang dia. Dia? Iya, dia yang aku maksud sama dengan 'dia' di post sebelumnya. Balik ke tema, kenapa back sound-nya lagu itu? Jawabannya adalah lagu itu emang aku banget, gatau kenapa tapi cerita lagu itu emang aku banget *benerin kacamata*. Sebenernya nih aku udah mau move on gitu tapi ya ada aja halangannya. Susah.
Ngomong-ngomong soal move on aku emang susah banget buat akrab sama satu kosakata ini, entah-_-. Sebenernya dia itu gimana sih? Aku nggak ngerti sama jalan pikirannya, dia nggak peka atau pura-pura nggak peka? Atau nggak peduli? Tapi kalau dia nggak peduli kenapa dia care banget sama aku? Care-nya itu lebih dari sebatas teman. Aku juga nggak ngerti apa modus dia kayak gitu ke aku, dia PHP atau apa, anyway PHP itu Pemberi Harapan Palsu. Kalu dia PHP berarti aku juga PHP dong? Penikmat Harapan Palsu. Tapi yaa sebenernya harapan palsu itu nikmat kok selagi bisa di nikmatin, nggak enaknya itu ya kalau si pelaku PHP tiba-tiba punya pacar, itu ngenes.
Back to main topic, kenapa dia PHP? Ya karena alasan itu tadi, dia care tapi nggak bertindak, sepertinya dia peka tapi diem aja, tiap ada apa pasti dia berlaga cuek gitu, aku juga nggak ngerti. Kadang dia juga suka curi-curi pandang, aku tau. Iyalah tau orang sering ketangkep basah tapi ya aku sih berusaha cuek.
Terakhir cuma mau pesen aja sih buat 'dia' sampai kapan dia mau pura-pura gitu? Ngerti nggak sih, kalau aku.... Ngerti sendiri deh. Sampa-sampai aku sering dibilang 'korban PHP' tapi menurut aku sih aku bukan korban PHP aku cuma penikmat harapan palsu, soalnya harapan-harapan dari dia masih bisa dinikmatin, nggak pahit-pahit amat. Hehe.


Friday, October 11, 2013

Kenapa Harus Kamu?

Kenapa harus dia? Sebaik apasih dia? Seberapa istimewanya sih dia? Kenapa nggak yang lainnya? Apasih yang kamu liat dari dia?
Nah, itu diatas adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering aku dapet, gara-gara kamu. Dan itu bikin aku mikir, bener juga ya kenapa harus kamu? Kenapa harus kamu yang udah jelas-jelas nyakitin? Kenapa harus kamu yang udah jelas-jelas bikin aku down? Kenapa harus kamu yang masih ngarep sama dia? Kenapa? Jawabannya? Aku nggak tau, aku bingung kenapa aku bisa selemah ini kalau sama kamu, kenapa aku bisa kayak terhipnotis kalau sama kamu, kenapa aku seakan bisa ngelupain semua hal menyakitkan yang kamu beri? Aku bingung, aku sakit, aku capek, aku butuh KEPASTIAN. Tapi ya apa daya, aku nggak bisa berbuat apa-apa walaupun aku tau aku mengharapkan kamu. Kamu inget kamu sering cerita tentang dia? Aku cuma bisa apa? Aku cuma bisa kasih saran. Kamu inget waktu kamu down siapa yang ada di samping kamu? Aku. Waktu kamu butuh tempat berbagi, siapa yang ada buat kamu? Aku. 
Walaupun aku tersakiti sampai segininya dan kamu nggak peduli sampai segitunya, aku bisa apa? Keinginan move on selalu ada tapi ya terlalu berharga. Perasaan aku ini aneh, aku mengharapkan kamu tapi nggak bisa berbuat apa-apa. Kamu inget kejadian demi kejadian yang kita lewatin? Mungkin itu nggak berharga buat kamu, tapi buat aku itu berharga. Rasanya aku pengen teriak didepan kamu, biar kamu sadar, biar kamu mikir, tapi aku nggak bisa. Yang bisa aku lakuin cuma nunggu, nunggu kamu peka, nunggu kamu sadar. Yang aku pertanyakan sekarang cuma, kamu nggak peka atau nggak peduli? Kamu nggak punya otak atau nggak punya hati?Sekarang aku cuma bisa berharap keajaiban, walaupun keajaiban itu nggak menghampiri aku minimal itu bakal menghampiri kamu, biar kamu sadar. Seandainya kamu tau, tapi mungkin jangan berandai-andai, berarti seharusnya kamu tau!

Pages - Menu